Etkileyici Teröre Karşı Anies: Devlet Korumalı


ANGGOTA Kehormatan organisasi massa Gerakan Rakyat Anies Baswedan,menanggapi berbagai teror yang dialami pemengaruh atau influencer hingga pegiat lingkungan yang mengkritik pemerintah dalam penanganan bencana Sumatera. 

[–>

Mantan calon presiden dalam pemilihan presiden 2024 ini mengatakan negara berkewajiban menjalankan konstitusi. Menurut dia, konstitusi telah menegaskan bahwa rakyat memiliki kebebasan untuk berserikat, berkumpul, dan menyuarakan pendapat, sehingga negara punya kewajiban konstitusional untuk melindungi kebebasan berpendapat. 

Okumaya devam etmek için aşağı kaydırın

“Ketika ada praktik-praktik ancaman kepada orang-orang yang menyuarakan pendapatnya, maka negara berkewajiban melindungi,” kata Anies setelah membuka rapat kerja nasional Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Januari 2026. 

[–>

Menurut Anies, tanggung jawab melindungi hak kebebasan berpendapat bukan pada media sosial atau sesama aktivis atau partai politik. Ia menekankan tanggung jawab konstitusional itu ada pada negara sehingga negara harus menjalankan kewajiban itu dengan baik. 

Aktivis hingga influencer alias pemengaruh mengalami teror pada penghujung 2025. Teror itu diduga berkaitan atas kritik penanganan bencana Sumatera yang terjadi pada November lalu.

[–>

Sejumlah figur publik dengan jumlah pengikut besar menilai pemerintah lamban dalam menangani bencana. Kritik itu berbuah teror. Intimidasi terhadap aktivis dan pemengaruh beragam, mulai dari serangan digital hingga teror berupa pengiriman bangkai hewan.

Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik mendapat ancaman teror dari orang tak dikenal pada Selasa pagi, 30 Desember 2025. Rumah aktivis lingkungan itu dikirimi bangkai ayam.

Bangkai ayam itu Iqbal temukan di teras rumah tanpa dibungkus oleh wadah apa pun. Korban teror juga menemukan kertas yang diikat di kaki bangkai ayam tersebut. Kertas itu bertuliskan nada ancaman terhadap Iqbal. “Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,” demikian pesan ancaman yang tertera di bangkai ayam tersebut.

Kemudian, kreator konten Sherly Annavita juga mendapat teror setelah mengekspresikan pandangannya mengenai penanganan bencana Sumatera. Perempuan asal Aceh itu mengunggah bukti teror melalui akun Instagram resminya, @sherlyannavita.

Ia mulanya menjelaskan dirinya menerima teror berupa pesan ancaman ke nomor pribadi dan akun media sosialnya selama berhari-hari. Adapun aksi teror itu kemudian mengalami eskalasi. “Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukkan,” kata Sherly dalam unggahan itu pada Selasa, 30 Desember 2025.

Sherly mengungkap telah terjadi vandalisme terhadap kendaraan pribadinya. Tak hanya itu, tempat tinggalnya dilempar sekantung telur busuk hingga dikirimkan secarik kertas bernada ancaman.

Jangan kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi. Jangan kamu menggiring opini sesat,” demikian pesan ancaman terhadap Sherly. “Sangat sulit untuk dibilang ini tidak diorkestrasi atau tidak ada yang memerintahkan,” kata Sherly. 

Pemusik Ramond Dony Adam atau yang dikenal dengan nama panggung DJ Donny mendapat teror berupa pelemparan bom molotov ke tempat tinggalnya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu dinihari, 31 Desember 2025.

Berdasarkan rekaman CCTV rumah Dony, bom molotov itu dilempar oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan masker. Saat kejadian, bom molotov itu mengenai kap mobilnya.  “Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan (sebelum meledak),” kata dia saat ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Sebelum teror bom molotov, Dony mengaku juga menerima teror lain berupa paket berisi bangkai ayam dengan kepala yang terpotong serta pesan bernada ancaman. Paket bangkai ayam itu diterima Dony pada Senin malam, 29 Desember 2025.

Selain berisi surat kaleng serta bangkai ayam, lanjut Dony, paket itu berisi foto Dony yang digambar seolah-olah lehernya tergorok.
“Paket itu berisi bangkai ayam yang dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman. Isinya ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini’,” kata dia.

Tak hanya pegiat dan influencer, aktor Yama Carlos juga mendapat teror setelah mengunggah sebuah video satir situasi penanganan bencana Sumatera. Pria yang memiliki nama asli Hamba Ramanda itu mengunggah video di akun Instagram dan TikTok pribadinya yang sama sekali tidak menyebutkan nama atau pihak mana pun.

Menurut Yama, teror yang diterimanya itu berbentuk pesan WhatsApp dan pemesanan paket cash on delivery atau COD fiktif. “Saya kan orang seni terus juga menggunakan media sosial untuk mengungkapkan ekspresi, sebebas apa yang saya lagi pikirkan atau resahkan,” kata Yama ketika dihubungi pada Selasa, 30 Desember 2025.

Yama menuturkan, pada pagi hari Natal, 25 Desember 2025, telepon genggamnya berdering. Ia tak mengangkat telepon lantaran dia tak mengenal nomor yang menghubunginya. Setelah itu, orang tak dikenal itu mengirim pesan melalui WhatsApp. “Hapus 12 konten TikTok-mu selama seminggu terakhir. Kira-kira isinya seperti itu,” kata Yama menirukan pesan teror tersebut.

Namun, intimidasi orang tidak dikenal itu tidak berhenti pada dirinya sendiri. Yama berujar, rekan sesama aktornya juga mengalami teror.
Menurut dia, sang peneror menyadap dan mengambil alih nomor ibu rekannya. Pesannya sama, Yama harus menghapus konten di media sosialnya. “Karena tekanan mulai besar, dia enggak hanya meneror saya, tapi juga orang di sekeliling saya supaya saya merasa terbebani, saya takedown video itu,” kata Yama. 

Pada 20 Desember 2025, kreator konten Virdian Aurellio juga mendapat serangan digital. Melalui media sosialnya, Virdian kerap mengunggah kondisi pascabencana di Aceh.

Dia mengungkapkan, teror tidak hanya menyasar dirinya, melainkan juga ke sang adik. Aplikasi perpesanan WhatsApp milik adiknya diduga disadap. “Yang hack mengirim video-video porno ke grup-grup dia, dan dia sempat enggak bisa login,” ucap Virdian melalui unggahan di Instagram @virdian_aurellio.

Tak hanya itu, dia juga menyebut ada upaya pengambilalihan akun WhatsApp terhadap anggota keluarganya yang lain. Untungnya, kata dia, upaya itu gagal. Beberapa kerabat Virdian juga mendapat pesan yang dari nomor yang sama. Isi pesannya pun sama, yakni menjelek-jelekkan Virdian.

Ervana Trikarinaputri dan Oyuk Ivani Siagian berkontribusi dalam penulisan artikel ini.



Kaynak bağlantısı